Buka jam 08.00 s/d jam 22.00
Beranda » Review Produk Terbaru » Cara Menyiasati Keterbatasan Modal Dalam Bisnis Waterboom-Waterpark

Cara Menyiasati Keterbatasan Modal Dalam Bisnis Waterboom-Waterpark

Diposting pada 11 December 2021 oleh admin

Cara Menyiasati Keterbatasan Modal Dalam Bisnis Waterboom-Waterpark

Cara menyiasati keterbatasan modal dalam bisnis waterboom-waterpark – Mengapa lebih banyak orang memilih untuk mencari kerja daripada membuka usaha? Dari beberapa referensi yang kami baca misalkan dari buku wirausaha Robert Kiyosaki, minat anak-anak muda untuk membuka wirausaha sangat rendah sekali. Tidak sampai 5% angkatan muda yang punya keinginan untuk menjadi pengusaha. Rata-rata minat dari angkatan muda lulusan sekolah menengah atau atau perguruan tinggi adalah menjadi karyawan. Untuk menerangkan tentang minat wirausaha, mungkin butuh beberapa beberapa halaman untuk menjelaskannya secara lebih detail. Ini artikel ini kami ingin fokus membicarakan kaitan wirausaha sesuai dengan bisnis yang kami jalankan yaitu kontraktor waterboom-waterpark dan berbagai mainan kolam lainnya. Kali ini kami ingin memberi masukan kepada para pelaku usaha wisata air waterboom dengan judul cara menyiasati keterbatasan modal dalam bisnis waterboom-waterpark.

Cara Menyiasati Keterbatasan Modal Dalam Bisnis Waterboom-Waterpark

Banyak orang yang berpikir untuk memnbuka usaha baru ada pada masalah permodalan. Sehingga sebagian besar memutuskan untuk melamar kerja karena sudah tidak punya gambaran untuk mendapatkan modal dalam membuka usaha. Tapi apakah benar demikian? Jawabannya bisa benar bisa tidak. Tergantung dari sudut pandang mana Anda melihatnya. Ada juga yang takut resiko bangkrut atau gagal dalam menjalankan bisnis. Masalah-masalah “sederhana” yang baru saja kami tuliskan akan kami urai secara sederhana tentang jalan keluar untuk mengatasinya. Kami memberi tanda petik pada kata sederhana karena sedehana rumitnya sebuah masalah akan berbeda-beda ukurannya untuk setiap orang. Di tulisan ini kami ingin membuatnya benar-benar sederhana untuk Anda tentang cara menyiasati keterbatasan modal dalam bisnis waterboom-waterpark.

Dalam tulisan-tulisan tips bisnis wahana wisata waterboom-waterpark yang kami buat dalam website ini, masalah-masalah dan solusi kami pecah menjadi beberapa poin agar mudah dipahami oleh para pembaca kami. Kita urai dulu di awal tentang apa saja yang Anda butuhkan untuk menjadi pengusaha. Ingat!!! Pengusaha!!! Bukan karyawan ya. Ketika Anda memutuskan untuk terjun dalam dunia usaha atau bisnis, tidak hanya modal yang harus Anda siapkan, tapi juga pola pikir juga harus. Pola pikir Anda akan berbeda dengan pola pikir karyawan, pegawai negeri atau tentara. Pola pikir yang harus miliki adalah pola pikir pengusaha atau pebisnis. Beikut kami uraikan secara singkat-singkat hal yang harus Anda siapkan ketika terkendala modal dalam menjalankan bisnis waterboom dan ingin menggunakan dana di luar dana pribadi Anda sendiri.

Blue print bisnis waterboom waterpark yang jelas

Bisnis waterboom waterpark adalah bidang usaha yang membutuhkan dana rata-rata kisaran 2 milyar sampai 10 milyar. Misalkan saat ini Anda punya dana 2 milyar, wahana yang Anda dapatkan sudah cukup besar. Itu dengan catatan Anda sudah punya lahan, kalau belum punya lahan, dana 2 milyar untuk membangun wahana waterboom ya masih sangat kecil sekali. Misalkan kita membicarakan kondisi Anda yang tidak memiliki dana sampai 2 milyar atau 10 milyar untuk membangun wahana waterboom dan membutuhkan dana orang lain untuk digunakan, tentu Anda harus punya blue print bisnis yang jelas dan meyakinkan.

Blue print bisnis ini akan menjadi peta kalau dalam sebuah perjalanan. Misalkan Anda mau ke Jakarta dari Jogja, ada banyak pilihan rute yang bisa Anda gunakan. Anda bisa menggunakan jalur Selatan dari Cilacap tembus Bandung kemudian Jakarta, Jalur tengah kemudian tembus Pantura, atau jalur Magelang-Semarang kemudian menggunakan jalur tol atau jalur Pantura. Jadi sebelum sampai ke melakukan perjalanan dari Jogja ke Jakarta, Anda sudah tahu jalur yang Anda gunakan. Berapa dana yang Anda butuhkan untuk melakukan perjalanan tersebut dan juga keahlian yang mengemudi yang harus Anda kuasai. Misalkan ketika menggunakan jalur selatan melalui Kebumen, Cilacap dan Bandung, Anda tidak perlu membayar tol tapi medannya banyak naik turun. Ketika Anda menggunakan jalur utara, Anda harus menyiapkan dana tambahan untuk membayar tol.

Nah, dalam bisnis waterboom yang mengandalkan dana orang lain, Anda harus punya blue print bisnis yang jelas untuk digunakan sebagai bahan persentasi kepada calon investor yang akan menggelontorkan dana untuk Anda. Mulai dari berapa biaya yang Anda butuhkan, modal waterboom yang hendak Anda bangun, calon konsumen yang menjadi target pasar, potensi keuntungan yang bisa didapatkan investor setiap bulan atau setiap tahun. Dengan membuat blue print bisnis yang rinci dan jelas, calon investor bisa menilai apakah bisnis yang akan mereka danai layak atau tidak untuk didukung. Tanpa blue print bisnis yang detail dan jelas, kecil kemungkinan investor mau mendanai bisnis waterboom yang akan Anda buka.

Cara membuat blue print bagaimana? Kalau bingung Anda bisa cara di internet dengan kata kunci cara membuat blue print bisnis. Pada dasarnya rata-rata semua bisnis punya kemiripan dalam menjalankannya. Karena ini bisnis modern, Anda bisa meniru blue print bisnis besar yang sudah berjalan. Kalau masih bingung untuk membuat blue print bisnis, Anda bisa berkonsultasi dengan konsultan bisnis yang sudah berpengalaman baik itu secara online atau offline. Konsultan bisnis akan membantu Anda untuk menguraikan masalah bisnis yang akan Anda hadapi dan cara-cara jalan keluarnya hingga menghasilkan blue print bisnis yang masuk akal dan bisa dilaksanakan di lapangan.

Menyiapkan menejemen resiko

Seperti yang kami jelaskan di awal, bisnis itu besar atau kecil pasti ada resikonya. Resiko terparah tentu bukan rugi tapi bangkrut tidak bisa buka lagi. Karena ini menggunakan dana investor, resiko bisnis sekecil apa pun harus dibuatkan simulasi penyelamatannya. Untuk menghindari resiko kebangkrutan dalam usaha wisata waterboom, sebelum memutuskan untuk membuka bisnis ini, tentu persiapan-persiapan bisnis harus dilakukan secara matang. Bagaimana Anda tahu bahwa persiapan Anda sudah matang atau belum? Kalau Anda sudah pernah bergerak dalam dunia bisnis atau saat ini Anda sedang hidup dari mengandalkan bisnis tentu Anda tahu cara-cara menghindari resiko kebangkrutan dalam menjalankan bisnis. Kalau tidak, berikut kami jelaskan secara singkat.

Pertama, riset konsumen atau pasar yang akan Anda targetkan. Riset potensi konsumen akan memberikan Anda gambaran seberapa ramai kunjungan wisatawan yang datang ke tempat wisata Anda. Kalau lokasi yang pembuatan waterboom terlalu jauh dari keramaian tentu potensi kunjungan menjadi rendah. Kemudian daya beli dari potensi konsumen yang Anda targetkan. Ini kaitannya dengan penentuan harga jual tiket waterboom. Kalau terlalu tinggi akan membuat wahana Anda menjadi sepi. Kalau terlalu murah akan membuat dana operasional pas-pasan dan keuntungan menjadi kecil. Harus mengambil jalan tengah, tidak terlalu mahal juga tidak terlalu murah. Ketika Anda sudah memastikan bahwa potensi pasar Anda sudah memungkinkan secara hitung-hitungan modal, kemungkinan resiko kerugian bisa diminimalisir.

Menejemen resiko kedua adalah kontraktor yang akan mengerjakan pembuatan wahana waterboom dan kontraktor bangunan yang akan membangun sarana pendukung. Karena dalam membangun wahana waterboom, kemungkinan Anda membutuhkan tiga macam kontraktor. Pertama kontraktor kolam renang, kedua kontraktor bangunan, ketiga kontraktor waterboom itu sendiri. Setiap kontraktor punya keahlian sendiri-sendiri. Kadang dua macam kontraktor yaitu kontraktor kolam renang dan kontraktor bangunan bisa dikerjakan oleh satu macam kontraktor. Kontraktor waterboom seperti kami sering-seringnya hanya mengerjakan pembuatan waterboom saja, kalaupun ada klien yang meminta untuk membuatkan kolam sekalian, kami akan lemparkan proyeknya kepada partner kami.

Mengapa memilih tiga macam kontraktor ini sangat penting selain potensi konsumen, karena kontraktor yang ahli di bidangnya masing-masing akan mengurangi resiko gagal operasi dari wahana waterboom yang Anda bangun. Misal kemungkinan kegagalan untuk kolam renang adalah kolam bocor, kolam ambles atau retak. Kalau kontraktor kolam renangnya sudah ahli, kemungkinan-kemungkinan terburuk tersebut bisa diminimalisir. Kedua kontraktor waterboom berpengalaman, kegalalan operasi bisa saja terjadi pada seluncuran terlalu curam hingga berbahaya untuk wisatawan atau seluncuran waterboom yang terlalu landai sehingga kurang menantang untuk digunakan. Semua investasi yang Anda gunakan untuk membangun wahana ini mulai dari pembangunan kolam, sarana pendukung seperti musholla, kamar mandi, parkir dan juga fasilitas lainnya harus berfungsi sesuai peruntukannya untuk mendukung operasi wahana waterboom secara keseluruhan.

Secara sederhana menurut kami dua faktor di atas yang harus Anda perhatikan untuk mengurangi resiko bisnis ini baik itu menggunakan dana pribadi atau dana investor. Memastikan bahwa potensi konsumen Anda cukup bagus dan juga pengerjaan wahana waterboom dan juga sarana pendukungnya dikerjakan oleh kontraktor-kontraktor berpengalaman kami yakin akan sangat meminimalisir pembengkakan biaya pada proses pembuatan. Maka, Anda harus teliti dan hati-hati dalam memilih kontraktor yang akan gunakan jasanya untuk membuat proyek Anda. Jangan terkecoh dengan harga murah tapi kualitas asal-asalan. Lihat portopolio proyek-proyek yang pernah mereka kerjakan. Bila perlu tanya sama owner wahana yang sudah mereka kerjakan. Kalau sudah melihat beberapa portopolio yang sudah pernah mereka kerjakan, baru Anda bisa menilai kira-kira mereka punya kompetensi yang cukup atau tidak untuk mengerjakan proyek Anda.

Potensi bagi hasil dengan investor

Untuk bagi hasil atau bagi keuntungan dari hasil bisnis waterboom, di awal sudah Anda pastikan porsinya berapa untuk investor sesuai dengan keuntungan yang didapatkan dari bisnis waterboom. Untuk bagi hasil keuntungan, Anda bisa bertanya pada konsultan blue print bisnis yang Anda gunakan jasanya. Kami yakin mereka sudah punya pengalaman banyak untuk masalah ini. Anda jangan terlalu besar juga jangan terlalu kecil dalam memberikan bagi hasil usaha. Untuk memutuskan seberapa besar bagi hasil yang akan Anda berikan kepada investor, silahkan cari dari beberapa sumber ulasan bisnis yang membahas tentang ini agar sama-sama menguntungkan buat Anda dan juga calon investor.

Anda tentu harus bisa meyakinkan calon investor tentang potensi keuntungan ketika mereka menginvestasikan dana yang mereka punya pada bisnis waterboom yang Anda buka. Di sini Anda butuhkan keahlian untuk meyakinkan orang agar mau membiayai bisnis Anda. Ini sangat berkaitan dengan point pertama yang kami sampaikan tentang blue print bisnis yang Anda buat. Semakin bagus dan masuk akal menurut kami calon investor akan semakin yakin dengan potensi bagi hasil investasi dari dana yang mereka percayakan kepada Anda. Anda bisa memperkirakan bagi hasil yang bisa didapatkan dari investor dari perkiraan awal potensi konsumen yang mengunjungi wahana waterboom.

Sepertinya tiga point di atas untuk langkah awal mengenai cara menyiasati keterbatasan modal dalam bisnis waterboom-waterpark. Cara yang kami berikan di atas paling banyak bisa Anda aplikasikan kepada calon investor personal. Tinggal sekarang Anda mencari kenalan yang punya cukup uang untuk Anda ajak berinvestasi di bisnis Anda. Bisa dari teman, keluarga yang punya banyak uang atau orang yang memang tidak kenal sama sekali. Kalau menggunakan pinjaman bank sepertinya cara di atas kurang begitu manjur. Kecuali Anda sudah punya catatan pinjaman usaha di bank dalam jangka panjang dan raport Anda bagus, bisa saja Anda dapat pinjaman bank dalam jumlah besar dengan agunan yang kecil. Tapi sekali lagi, kalau di bank sifatnya bukan investor, bank adalah peminjam yang pembayaran utangnya bulanan ditambah beban bunga dari uang yang Anda pinjam.

Tanggungan resiko terburuk kebangkrutan

Dalam bisnis Anda harus menyiapkan mitigasi resiko terburuk yang pasti tidak ingin dialami oleh pelaku bisnis tapi juga banyak terjadi. Maka di awal kami sarankan Anda untuk mempersiapkan bisnis sematang mungkin untuk meminimalisir resiko kebangkrutan dalam menjalankan bisnis. Bagaimana kalau sudah melakukan semua langkah bisnis sesuai aturan dan tetap saja bangkrut? Maka di awal harus dibuat simulasi penanggungan modal investor yang Anda gunakan. Saran kami memang kalau investasi berbeda sistem penanggungan kerugiannya dengan sistem bank. Skenarionya bisa saja kerugian ditanggung bersama yaitu investor tidak akan menuntut balik Anda sebagai eksekutor, atau investor menanggung separo dari total investasi mereka. Jadi ketika usaha benar-benar bangkrut, pelaksanan masih menanggung utang kepada investor. Atau yang lebih menarik lagi investor tidak menanggung kerugian alias kerugian ditanggung oleh eksekutor. Pilihan terakhir menurut kami lebih menarik kepada calon investor baru tapi agak berat bagi eksekutor. Asal Anda sudah yakin dengan bisnis waterboom yang akan Anda mulai mengapa tidak. Yakin dalam arti Anda sudah melakukan berbagai syarat yang kami sebutkan di dalam poin-poin di atas.

Apa yang kami tuliskan di atas bisa saja sama dengan kondisi lapangan yang akan Anda hadapi dalam mendapatkan dana awal pembangunan waterboom, bisa juga akan berbeda. Di sini Anda dituntut untuk memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnis yang benar-benar progresif. Kami yakin sebelum Anda memilih terjun dalam dunia wirausaha atau bisnis, Anda sudah menyiapkan diri baik itu secara ilmu dan juga mindset berpikir. Sebenarnya kami ingin membahas mindset berpikir ini secara panjang lebar di sini, tapi sepertinya artikel cara menyiasati keterbatasan modal dalam bisnis waterboom-waterpark terlalu panjang dan kurang relevan dengan tema artikel yang kami buat.

Sebagai penutup dari artikel saran dan informasi yang kami tuliskan ini, kami ucapkan terima kasi sudah membaca. Apa yang kami tulis ini tentu materi yang sangat mentah sekali. Untuk mewujudkannya dalam bentuk tindakan nyata seperti saran kami di atas, Anda harus lebih banyak menggali informasi dari berbagai sumber baik itu sumber dari internet, para ahli bisnis dan juga dari kunjungan-kunjungan ke berbagai wahana waterboom agar Anda punya gambaran laur dalam tentang bisnis yang akan memerlukan banyak dana, banyak tenaga dan banyak pikiran ini. Ingat, tidak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan bisnis kecuali Anda mewarisi bisnis keluarga yang sudah besar dengan omset milyaran.

 

 

 

 

 

Bagikan informasi tentang Cara Menyiasati Keterbatasan Modal Dalam Bisnis Waterboom-Waterpark kepada teman atau kerabat Anda.

Cara Menyiasati Keterbatasan Modal Dalam Bisnis Waterboom-Waterpark | 081392717613 Kontraktor Waterboom | Jual Playground

Komentar dinonaktifkan: Cara Menyiasati Keterbatasan Modal Dalam Bisnis Waterboom-Waterpark

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Temukan Kami
Open chat
Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan