Buka jam 08.00 s/d jam 22.00
Beranda » Review Produk Terbaru » Tips Agar Usaha Mainan Anak tidak Bangkrut di Tengah Corona

Tips Agar Usaha Mainan Anak tidak Bangkrut di Tengah Corona

Diposting pada 20 September 2020 oleh admin

Tips Agar Usaha Mainan Anak tidak Bangkrut di Tengah Corona

Virus corona adalah salah satu jenis virus yang menyerang bagian pernapasan dan bisa menyebar dengan sangat cepat dari satu orang ke orang yang lainnya. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan adanya pembatasan sosial dan juga pembatasan fisik agar bisa segera teratasi. Namun, hal ini sangat berdampak buruk untuk berbagai jenis usaha.

Tips Agar Usaha Mainan Anak tidak Bangkrut di Tengah Corona murah supaya bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu

 

 

 

Salah satu yang paling terasa adalah pada bidang usaha mainan Anak. Dikepung dengan berbagai perusahaan yang mulai gulung tikar, para pengusaha mainan anak memang harus lebih kreatif dan lebih inovatif untuk bisa bertahan agar tidak mengalami kebangkrutan. Agar tidak bangkrut, simak beberapa tips di bawah ini :

Dari Sisi Persediaan Barang

Apabila dilihat dari sisi persediaan barang mainan sendiri, Anda harus mempersiapkannya secara matang antara bagaimana cara menghabiskan stok namun juga bagaimana cara menyediakan stok apabila masih ada yang membelinya sebab tidak bisa diprediksi. Berikut tips agar usaha mainan tidak mengalami kebangkrutan pada masa-masa pandemi penyakit covid-19 dari sisi persediaan barang :

  1. Perhatikan Persediaan Barang Mainan yang Tersedia Apakah Masih Banyak Tersedia atau Tinggal Sedikit

Yang pertama harus dipersiapkan dalam menghadapi pandemi pada sisi persediaan barang adalah dengan mengetahui terlebih dahulu stok mainan yang ada di toko Anda. hitung dengan cermat apakah stok yang tersedia tersebut masih banyak atau bahkan malah tinggal sedikit. Apabila masih banyak akan lebih baik jika Anda tidak melakukan restock lagi akan tetapi bisa fokus ke penjualannya terlebih dahulu.

Namun, jika stok tinggal sedikit maka Anda harus melakukan evaluasi kembali bagaimana arus pelanggan selama pandemi ini, apakah berkurang banyak, lumayan, tetap, atau malah bertambah. Apabila permintaan pasar berkurang banyak akan lebih baik jika Anda hanya melakukan restock barang yang banyak dibeli saja.

  1. Pertimbangkan Bagaimana Sikap Supplier Barang Mainan Anak dalam Persediaan Berbagai Jenis Mainan Anak

Selain persediaan barang pada toko Anda sendiri akan tetapi juga harus mempertimbangkan bagaimana nasib para supplier mainan. Perhatikan apakah supplier mainan juga masih melayani penjualan atau malah mereka sendiri sudah gulung tikar. Apabila mereka masih beroperasi maka Anda pun akan lebih tenang sebab jika membutuhkan restok masih ada supplier yang mau menerima.

Akan tetapi, apabila supplier Anda sendiri sudah gulung tikar maka Anda harus berusaha kembali mencari supplier yang masih bertahan pada era pandemi ini. Anda harus mengeluarkan tenaga ekstra kembali untuk melakukan riset harga yang cocok untuk dijual kembali. Anda harus pintar memilih supplier dengan memilih yang memiliki manajemen perusahaan yang baik.

Dari Sisi Keuangan Perusahaan

Yang kedua, yang paling menjadi hal yang sangat rumit dan menjadi masalah yang paling besar untuk semua badan usaha yaitu keuangan. Keuangan ini menjadi alasan utama para pengusaha menggulung tikar perusahaannya. Oleh Karena itu, Anda perlu mempersiapkan sisi keuangan Anda agar tidak terancam kebangkrutan, berikut penjelasannya :

  1. Hitung Kembali Uang yang Masih Masuk

Untuk mempersiapkan pada bidang keuangan perusahaan, Anda juga harus menghitung uang yang masuk saat pandemi kali ini. Anda harus memperhitungkan dengan sangat cermat barang apa yang keluar dan bagaimana kondisi arus uang yang masuk. Apakah sangat kurang, lumayan masih bisa digunakan untuk bertahan, tetap, atau bagian lebih.

Dengan mengetahui arus uang masuk maka Anda akan lebih mudah dalam menentukan sikap dalam mengatur keuangan. Pastikan uang masuk pas dengan barang yang terjual, jangan sampai ada oknum yang nakal dalam aliran uang badan usaha Anda. Sebab, apabila terjadi tentu saja akan menyebabkan usaha Anda mengalami kebangkrutan secara sangat cepat.

  1. Perhitungkan Tabungan Darurat Badan Usaha Anda

Setiap badan usaha pastinya memiliki tabungan yang memang dipersiapkan untuk berbagai jenis kemungkinan terburuk seperti saat pandemi seperti ini. coba buka kembali berapakah tabungan darurat yang sudah terkumpulkan. Berapapun nilainya, Anda bisa menggunakannya untuk menutup kerugian dari bisnis Anda sebab memang dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Namun, ada juga badan usaha yang tidak memiliki atau dananya masih kurang untuk menutup kekurangan perusahaan. Maka cara yang paling terakhir adalah dengan menggunakan uang tabungan Anda sendiri sebagai owner, namun gunakan cara ini jika memang keadaan sudah sangat memburuk, namun jika masih bisa dilakukan beberapa perbaikan lain maka Anda bisa menggunakan pilihan lain tersebut.

  1. Perhitungan Gaji Karyawan, Pajak, Listrik, Air, dan Pengeluaran Lainnya dan Lakukan Penghematan

Selain memperhitungkan uang yang masuk, tentu saja Anda juga harus mempertimbangkan arus dana yang keluar. Biasanya  dana yang keluar ini digunakan untuk penggajian karyawan, pajak, listrik, air, dan juga pengeluaran yang lainnya. Dengan menghitung kembali aliran dana yang keluar secara lebih cermat maka Anda bisa memperhitungkan langkah yang selanjutnya dilakukan.

Misalnya untuk listrik, memanfaatkan ventilasi udara dan juga ventilasi cahaya untuk ruangan dan kurangi penggunaan AC. Matikan lampu serta berbagai peralatan elektronik lainnya apabila tidak sedang digunakan atau saat toko sedang tutup. Hemat penggunaan air dengan menyediakan tempat cuci tangan menggunakan ember atau galon sehingga lebih hemat dan tidak menggunakan aliran air secara langsung.

Dari Sisi Tenaga Kerja

Selain keuangan dalam bidang usaha, ternyata dari sisi tenaga kerja juga perlu dilakukan perhatian. Sebab, tidak hal ini akan sangat mempersulit pembuatan keputusan, dari sisi keuangan usaha ti9dak mampu namun hal ini menyangkut kehidupan orang lain yang juga masih memiliki keluarga. berikut cara mengatasinya agar tidak menjadi masalah :

  1. Berikan Penjelasan yang Baik dan Beri Pengertian Pada Tenaga Kerja Mengenai Keadaan Saat ini 

Yang perlu dipersiapkan untuk sisi tenaga kerja, Anda harus memberikan pengertian kepada para tenaga kerja Anda untuk bisa memahami keadaan. Berikanlah pengertian sejelas-jelasnya mengenai penyebaran virus corona yang sangat cepat sehingga pemerintah memberikan perintah untuk melakukan pembatasan sosial, bagaimana Kurangnya arus dana pemasukan pada bisnis Anda, dan lain sebagainya.

Dengan Anda memberikan pengertian secara baik-baik, pasti mereka pun akan memahaminya. Dengan seperti ini maka Anda dan juga tenaga kerja Anda akan semakin solid dan mau bekerja sama dengan baik, sebab bukan hanya badan usaha saja yang diperjuangkan akan tetapi juga memperjuangkan nasib antar individu baik Anda dan juga karyawan.

  1. Sebaiknya Tidak Melakukan PHK kepada Para Tenaga Kerja namun Bisa Melakukan Pemotongan Gaji

Sebaiknya jangan melakukan pemutusan hubungan kerja, sebab para tenaga kerja Anda mungkin sudah banyak berjuang untuk bisnis Anda serta mereka sendiri memiliki kehidupan dan juga keluarga yang memiliki kebutuhan apalagi bagi mereka yang hanya mendapatkan pendapatan dari bisnis Anda saja.

Anda bisa memotong gaji mereka saja dan tidak melakukan PHK. Hal ini bisa menghemat pengeluaran pada bisnis Anda. Tentu saja harus dengan pengertian yang baik agar mereka menerima. Bisa juga Anda mengajak mereka bekerja sama untuk melakukan promosi sehingga penjualan bisa naik dan gaji menjadi lebih stabil, anggap karyawan Anda bukan sebagai bawahan akan tetapi sebagai rekan kerja.

  1. Kurangi Pekerjaan Mereka Sesuai dengan Gaji yang Mereka Terima

Karena gaji yang Anda potong, Anda bisa mengurangi pekerjaan mereka. Sebenarnya hal ini akan terjadi secara otomatis, bagaimana tidak ? Penjualan pada era pandemi seperti ini pasti juga akan berkurang sehingga pekerjaan mereka pun juga akan lebih banyak berkurang sehingga gaji yang Anda potong pun mungkin akan sebanding dengan pekerjaan yang mereka pikul.

Bisa saja dengan era digital seperti ini, apabila biasanya Anda hanya menerima penjualan melalui cara offline bisa dengan cara online sehingga karyawan Anda tidak perlu sibuk melayani pelanggan dari mulai menata display, membuka toko, dan lain sebagainya. Mereka tinggal menunggu pesanan dan mulai melakukan pengemasan serta mengantarkan ke kurir terdekat.

Dari Sisi Marketing

Dari sisi marketing menjadi salah satu hal yang wajib juga dilakukan pembahasan, hal ini akan sangat menentukan bagaimana barang dagangan Anda bisa menjadi menarik dihadapan orang lain serta membuat orang lain menjadi mau membelinya di tempat Anda. Berikut beberapa cara untuk melakukan promosi produk :

  1. Buat Promosi yang Menarik dan yakinkan calon pelanggan dengan Menggunakan Berbagai Media

Yang sangat vital dalam arus penjualan mainan anak ini adalah di bidang marketingnya. Mengapa demikian ? sebab dengan promosi yang baik tentu saja akan menarik para konsumen.  Anda bisa menggunakan berbagai media untuk melakukan promosi. Anda bisa memanfaatkan media sosial dari perusahaan. Gunakan kata-kata yang bisa membuat para pelanggan tertarik.

Tidak hanya dengan kata-kata yang menarik. Anda bisa menggunakan gambar yang  edukatif, menggunakan video animasi kreatif, atau menggunakan mode promosi yang lainnya. Ungkapkan keunggulan dari produk mainan yang Anda jual, apa keuntungan membeli di tempat Anda, bagaimana kualitas dari permainan tersebut, dan lain sebagainya agar bisa menarik perhatian konsumen itu sendiri.

  1. Sasar Target Pasar Secara Langsung

Anda juga bisa melakukan promosi dengan menyasar langsung pada target Anda. target produk mainan ini memang untuk anak-anak akan tetapi pastinya target pasar Anda adalah para orang tua bukan ? sebab yang memiliki uang tentu saja orang tua jadi Anda harus memfokuskan pada orang tua yang memiliki anak kecil.

Anda bisa membuat berbagai jenis promosi dengan menarik hati para orang tua atau bisa juga dengan memanfaatkan karyawan Anda untuk ikut mempromosikan barang Anda. Ajak karyawan untuk mau ikut mengunggah materi promosi pada akun mereka. Lalu Anda juga bisa membuat grup dengan ibu-ibu di beberapa platform media sosial dan mulai mempromosikannya sehingga lebih tepat sasaran.

Dari Sisi Jenis Penjualan

Dan yang terakhir adalah dari sisi jenis penjualan. Sebab, pengusaha biasanya ada yang menjualnya secara langsung dengan sistem offline, ada yang menjualnya secara online, atau juga bisa menggunakan dua sistem tersebut sekaligus. Berikut adalah beberapa tips yang menarik bagi Anda yang berjualan offline, online, atau pun berjualan dengan keduanya :

  1. Apabila Anda Berjualan Secara Offline, Gunakan Protokol Kesehatan yang Ketat Bagi Para Pengunjung Toko

Apabila Anda menjual berbagai jenis mainan anak tersebut dengan cara Offline, maka Anda harus bisa meyakinkan calon pelanggan Anda bahwa belanja di toko Anda tersebut tidaklah berbahaya. Lakukan pemantauan secara ketat sebab risiko penjualan secara offline ini tidak hanya bisa menyerang para calon pelanggan namun bisa juga karyawan Anda bahkan Anda sendiri.

Oleh karena itu, Anda bisa menyediakan tempat cuci tangan pada bagian luar toko agar semua orang yang masuk melakukan cuci tangan sebelum memasuki toko, bisa juga dengan menyediakan hand sanitizer. Jangan biarkan pelanggan masuk tanpa menggunakan masker agar Anda, karyawan, dan pelanggan juga akan lebih merasa aman terlindungi.

Selain itu, apabila keadaan keuangan masih memungkinkan, berikan face shield kepada karyawan. Jika tidak bisa, Anda bisa melakukan DIY membuat pagar menggunakan  mika atau plastik pada bagian kasir. Anda juga bisa menggunakan pembatasan menggunakan alat yang ada di rumah Anda baik antara pelanggan maupun antar karyawan dan pelanggan, misalnya menggunakan isolasi untuk membuat jarak pada lantai.

Gunakan pula desinfektan yang bisa Anda buat sendiri dengan mudah menggunakan klorin atau cairan pemutih pakaian yang bisa dilarutkan menggunakan air dengan perbandingan 1 : 9 lalu semprotkan atau lap pada bagian mainan dan juga rak agar tetap bersih dan aman dari ancaman virus.

  1. Apabila Anda Berjualan Secara Online, Gunakan Berbagai Platform Marketplace Agar Bisa Lebih Menjangkau Pasar yang Lebih Besar

Namun, apabila Anda berjualan online maka yang perlu ditingkatkan adalah peningkatan penjualan. Anda yang mungkin hanya berjualan dalam satu tempat saja, misalnya di website akan lebih baik jika Anda mulai menjual berbagai produk Anda di media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, serta menjualnya juga di berbagai platform e-commerce.

Dengan meningkatkan penjualan di berbagai platform maka Anda akan lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas. Melakukan penjualan secara online ini juga dinilai lebih aman sebab Anda dan juga pelanggan tidak bertemu secara langsung. Anda hanya perlu mengirimkan barang dari Anda kepada para pelanggan menggunakan kurir, dan cara ini lebih disukai masyarakat.

Lakukan Evaluasi dari Berbagai Sisi

Setelah melakukan berbagai hal di atas, tentu saja Anda harus melakukan berbagai evaluasi terhadap hasilnya. Sebab di era pandemi ini memang pemerintah agak banyak mengubah berbagai peraturannya sehingga Anda bisa mengevaluasi cara tersebut dan bisa disesuaikan dengan kebijakan yang berlaku jadi lebih efektif dan lebih efisien.

Kesimpulan

Dari beberapa penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan apabila dalam mencegah kebangkrutan dari usaha mainan anak ini menyangkut berbagai sisi, dari mulai sisi persediaan barang, keuangan, tenaga kerja, marketing, dan jenis penjualannya. Pelaksana bisnis ini memang menerapkan beberapa hal yang berbeda sehingga caranya pun juga akan berbeda-beda. Jangan lupa juga setelah melakukan berbagai tips di atas harus melakukan evaluasi dan disesuaikan dengan keadaan agar bisnis tetap hidup walaupun pada era yang mematikan seperti saat ini.

Penutup

Karena keadaan pandemi yang tidak segera selesai ini memang membuat berbagai jenis usaha mengalami kebangkrutan sehingga bagi Anda yang masih bertahan, walaupun keadaan masih seperti ini harus melakukan berbagai penyelamatan diri agar tidak kalah dengan keadaan. Semoga berbagai cara di atas bisa berguna bagi Anda yang sedang berjuang mati-matian demi keberlangsungan usaha Anda di bidang mainan anak. Dan semoga wabah korona yang melumpuhkan banyak sendi kehidupan kita saat ini segera berlalu dan kita bisa hidup dengan normal seperti biasa. Terima kasih sudah membaca Tips Agar Usaha Mainan Anak tidak Bangkrut di Tengah Corona.

Baca juga: Jual Playground Anak Jogja

 

Bagikan informasi tentang Tips Agar Usaha Mainan Anak tidak Bangkrut di Tengah Corona kepada teman atau kerabat Anda.

Tips Agar Usaha Mainan Anak tidak Bangkrut di Tengah Corona | 081392717613 Kontraktor Waterboom | Jual Playground

Komentar dinonaktifkan: Tips Agar Usaha Mainan Anak tidak Bangkrut di Tengah Corona

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Temukan Kami
Open chat
Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan